Allah Sesuai dengan Prasangka Hamba-Nya

Arrahimedia.or.id - Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
Hadis ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dan pentingnya memiliki prasangka baik kepada-Nya. Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini:
1. Prasangka Baik kepada Allah
Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka mereka. Jika seseorang berprasangka baik, mengharap rahmat dan ampunan-Nya, maka Allah akan memberikan kebaikan itu. Sebaliknya, jika berprasangka buruk, maka bisa saja Allah memperlakukannya sesuai dengan prasangka buruk tersebut.
2. Keutamaan Mengingat Allah (Dzikir)
• Jika seseorang mengingat Allah dalam kesendirian, Allah juga akan mengingatnya secara khusus.
• Jika seseorang mengingat Allah di hadapan orang lain, Allah akan menyebut namanya di hadapan makhluk-makhluk yang lebih mulia (malaikat).
3. Kedekatan Allah dengan Hamba-Nya
Allah selalu dekat dengan hamba-Nya, terutama ketika hamba tersebut mengingat-Nya. Hal ini memberikan motivasi untuk terus berdzikir dan mengisi waktu dengan mengingat Allah.
Hadis ini mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik kepada Allah dan memperbanyak dzikir, baik dalam kesendirian maupun di tengah orang banyak.***